Teori Kemelekatan Bowlby

Bowlby menyatakan bahwa kita dapat memahami tingkah laku manusia dengan mengamati lingkungan yang diadaptasinya, yaitu lingkungan dasar tempatnya berkembang. Dalam menjalani hidupnya, manusia sering membentuk kelompok-kelompok kecil dan bekerja sama untuk mengusir predator yang mengancam hidupnya demi melindungi anggotanya yang sakit dan masih muda. Untuk mendapatkan perlindungan ini, anak-anak manusia memerlukan mekanisme untuk menjaga mereka tetap dekat dengan orang tuanya. Mereka harus mengembangkan tingkah laku kemelekatan (attachment)- gestur dan sinyal yang mempromosikan dan mempertahankan kedekatan dengan pengasuhnya.

Sinyal-sinyal itu antara lain tangisan bayi dan senyuman bayi. Tangisan bayi merupakan teriakan minta tolong ketika bayi merasa sakit atau takut. Sedangkan saat bayi tersenyum kepada orang tuanya, maka orang tuanya merasakan cintanya mengalir deras kepada bayinya dan menikmati berdekatan dengannya. Tingkah laku kemelekatan lain ialah berceloteh, menggenggam, menghisap dan mengikuti kemana orang tuanya melangkah.

Bowlby membicarakan tingkah laku kemelekatan sebagai tindakan yang ‘instingtif’. Tingkah laku semacam ini pada dasarnya bersifat bawaan, memiliki pola tipikal di hampir semua anggota spesies tersebut.  

Bowlby menjelaskan sejumlah kunci yang menunjukkan kelekatan anak pada orang dewasa

1) Seorang anak dilahirkan dengan predisposisi untuk lekat pada  pengasuhnya.

2)  Seorang anak akan dapat mengatur perilakunya dan menjaga hubungan kelekatan dengan orang yang dekat dengannya yang merupakan kunci kemampuan bertahan hidupnya secara fisik dan psikologis.

3) Perkembangan social sangat berhubungan dengan perkembangan kognisi.

4)  Seorang anak akan memelihara hubungan dengan orang lain jika orang tersebut banyak menunjukkan fungsinya yang bertanggungjawab pada diri anak itu.

5)  Jika orangtua tidak mampu menjalankan fungsinya untuk memenuhi kebutuhan anak, maka anak akan mengalami hambatan dalam perkembangan emosi dan kemampuan berpikirnya.

6) Perilaku anak seperti tersenyum, memanggil, menangis, menggelayut menunjukkan perilaku kelekatan pada orang yang ada di hati anak.

sumber : Crain, William.2007.Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi.Yogyakarta : Pustaka Pelajar

About these ads

About amaliashof

"بلغ أني ولو أية" Sampaikan walau hanya satu ayat.

Posted on Mei 17, 2011, in Dunia Psikologi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: