Antara Aku, Wedang Ronde, dan Ngarsopuro

Ngarsopuro. Jika di akses dari jalan slamet riyadi, Ngarsopuro terlihat seperti jalan masuk ke arah mangkunegaran. karena memang ini adalah kawasan cagar budaya disalah satu sudut  kraton mangkunegaran. inilah tempat yang menjadi kesan saya pertama kali  ketika menjejakkan kaki di kota Solo. Saya menyebutnya sebagai Nyowo dari kota Solo karena kawasan ini adalah icon kota Solo sebagai kota budaya. Disepanjang kawasan Ngarsopuro ini terdapat area pejalan kaki yang cukup lebar sehingga pejalan kaki pun sangat nyaman melintasinya. Pada tembok-tembok dikawasan itu pun dipasang lukisan-lukisan karya pelukis terkenal dengan tema yang nyentrik dan asyik. Dan tak lupa, wedang ronde, jagung rebus, dan es dung-dung yang ikut mengentalkan suasana unik dan ramah di Ngarsopuro ini. Memang tidak pernah terlewatkan, setiap seminggu sekali saya menyempatkan waktu unutk bersantai di kawasan ini sambil menikmati wedang ronde sebagai minuman favorit saya. Suasana yang sangat ramah, tidak terlalu ramai, dan sejuk karena di kanan kiri jalan dipenuhi pohon-pohon nan rindang, sejenak sebagai tempat untuk berteduh ketika fajar menyapa di siang hari.Ada beberapa bangku  yang dibuat dari besi, melingkari tiang lampu dengan ukiran yang cantik serta ada rumah lampu yang berbentuk seperti sarang burung.  Lampu jalan dengan gaya yang unik pun turut menghiasi sepanjang jalan ini, seolah-olah lampu ini mengajak setiap pengguna jalan untuk sejenak menikmati kawasan ini.

Saat ini kota Solo memang sedang berbenah. Tampak dari tata kota yang semakin rapih dan revolusi transportasi yang semakin modern seperti diluncurkannya bus tingkat wisata dan railbus. Menuju ‘Solo Modern’ sudah mulai menggema di telinga masyarakat luas. Tapi jangan sampai semua itu mengikis habis jatidiri kota Solo sebagai kota budaya. Cagar budaya yang mulai ditinggalkan akan menjadi mimpi buruk di masa mendatang.

Memang kebanggaan Indonesia terutama terletak pada ragam budaya dan keseniannya. Namun orang Indonesia sendiri yang justru semakin tidak peduli. Seperti wedang ronde yang kini mulai ditinggalkan dan banyak yang beralih pada minuman bersoda dengan brand terkenal. jagung rebus pun sudah tidak lagi terjamah karena kalah saing dengan makanan franchise. Perlu juga dipertanyakan sampai kapan suasana bergaya etnik dan unik ini masih bertahan dalam lingkungan bergaya modern dan derasnya arus teknologi. Barangkali esok tidak akan ada lagi wedang ronde, jagung rebus, dan juga es dung-dung. Kedamaian seperti ini hendaknya jangan dicemari oleh budaya global kita. Kesombongan, penipuan, keserakahan,  dan gengsi yang bersumber dari budaya kota sebaiknya jangan sampai menulari atau bahkan merusak kedamaian dari Ngarsopuro ini.

Itu semua  bertahan lama bila ada kehendak  untuk bekerjasama melindungi dan melestarikan berbagai warisan budaya. Masyarakatpun harus ikut andil dalam melestarikan warisan pusaka (heritage). Masih belum terlambat untuk mendidik generasi muda mencintai dan menghargai seni budaya sendiri. Jumlah suku di Indonesia begitu banyak dan setiap suku pun memiliki keseniannya sendiri. Jika tak ada lagi generasi muda yang tertarik untuk meneruskannya apa jadinya warisan ini ? Lenyap begitu saja bersama lenyapnya generasi tua ? Memang ini yang menjadi persoalan kebudayaan kita. Bangsa kita justru dihargai oleh bangsa lain. Kita baru bisa menghargai budaya kita kalau kita telah mengenal apa yang kita miliki. Dan Semoga saja eksotisme Ngarsopuro tetap bisa eksis ditengah-tengah arus modern yang semakin tak terbendung.

About amaliashof

"بلغ أني ولو أية" Sampaikan walau hanya satu ayat.

Posted on Mei 16, 2011, in kebudayaan. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. blog n tulisannya bagus…
    numpang share juga nih: http://0sprey.wordpress.com

    keep blogging…😀

  2. hi..salam kenal sesama blogger
    saya baru saja pulang dari Solo
    ngarsopuro dimalam hari memang indah…:))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: