PURA MANGKUNEGARAN : PANGGUNG HIBURAN BAGI PARA PECINTA SENI KEBUDAYAAN

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi : 

Kebudayaan  adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.

Begitu luasnya tanah air ini maka beragam pula kebudayaan yang dimiliki. Dengan kata lain, kebudayaan mencakup semuanya yang didapatkan dan dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat. Seperti yang sudah kita ketahui, Antropolog C. Kluckhohn dalam sebuah karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture  telah merumuskan tujuh unsur kebudayaan.

Tujuh unsur kebudayaan itu dianggap sebagai cultural universal, yang meliputi :

  • Perlengkapan dan peralatan hidup manusia
  • Mata pencaharian dan system ekonomi
  • System kemasyarakatan
  • Bahasa
  • Kesenian
  • System pengetahuan
  • Religi

Dapat disimpulkan bahwa, kebudayaan tidak hanya terbatas pada sikap, nilai, dan norma yang dianut masyarakat tertentu, tetapi juga merupakan karya dari masyarakat yang kemudian menjadi milik bersama. Karya itu pun tidak hanya sebatas teknologi atau kebudayaan kebendaan, tetapi karya juga dapat dituangkan dalam suatu kesenian daerah, baik itu seni rupa, seni suara, seni tari, dsb.

 

Pada umumnya kebudayaan dikatakan bersifat adaptif, karena kebudayaan itu melengkapi manusia dengan cara penyesuaian pada kebutuhan-kebutuhan fisiologis dan penyesuaian pada lingkungan yang bersifat fisik-geografis, maupun pada lingkungan sosialnya. Terlihat pada kenyataan, banyak kebudayaan bertahan dan malah berkembang karena kebiasaan yang dikembangkan oleh suatu masyarakat itu disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan tertentu dari lingkungannya. Ini tidak mengherankan jika suatu kebudayaan yang tidak dapat disesuaikan kemungkinan minat masyarakat akan berkurang.

Tidak sedikit seni-seni daerah kini telah berkembang menjadi hiburan yang justru meningkatkan antusiasme masyakarat. Mangkunegaran Performing Art sebagai satu contoh kebudayaan yang berkembang. Seni-seni daerah yang dianggap monoton oleh masyarakat, kini berkembang menjadi seni yang menghibur di panggung hiburan. Mangkunegaran Performing Art  merupakan ajang pertunjukkan kesenian khas Pura Mangkunegaran Solo. Pertunjukan seni ini bertujuan untuk mengenalkan seni terutama seni tarian khas Mangkunegaran. Seni-seni yang ditampilkan meliputi

1. Gambyong Pareanom Mangkunegaran

 

Merupakan karya KGPAA Mangkunegoro VII. Tarian ini menceritakan tentang remaja putri yang beranjak dewasa, yang sedang merias diri. Tari Gambyong sekarang ini memiliki pandangan yang lebih positif dari sebelumnya dan merupakan tarian yang cukup diminati masyarakat. Dulu Tari ini  dianggap sebagai tari penyambutan tamu, namun sekarang berkembang menjadi tarian hiburan.

2. Srimpi Pandelori

 

Srimpi Pandelori menceritakan peperangan Dyah Sirtupalaheli. Ia terbang ke angkasa dengan menaiki burung garuda untuk mencari keberadaan suaminya Sang Ambyah yang dipenjara oleh Prabu Kanyun di Parangakik

3. Bregodo Pareanom

 

Merupakan simbol pasukan perang perempuan yang disebut Sinelir. Mereka didikan Raden Mas Said atau KGPAA Mangkunegoro I dan Matah Ati

4. Wireng Narayana Kalakresno

 

mengungkapkan kisah Narayana yang hendak memperistri Dewi Rukmini. Untuk mendapatkan gadis idamannya, Narayana harus terlebih dulu mengalahkan Prabu Kalakresna. Oleh dewa, dia kemudian dinobatkan sebagai raja dengan nama Prabu Kresna.

Memang disetiap kebudayaan tentu ada kebebasan bagi para individu untuk memperkenalkan variasi dalam cara berlaku. Dan variasi itu kemudian menjadi milik bersama hingga menjadi suatu bagian dari kebudayaan.  Jelaslah bahwa kebudayaan bukan suatu yang timbul sekali atau bersifat sederhana, tetapi merupakan kumpulan yang berintegrasi. Mangkunegaran Performing Art adalah satu cara memperkenalkan seni kebudayaan agar seni ini tetap utuh tidak tergerus habis oleh zaman yang serba modern ini. Tetapi seni tradisional tetap hadir dengan sajian yang lebih menyenangkan untuk dinikmati.

untuk melihat gambar klik —>

Mangkunegaran Performing Art

About amaliashof

"بلغ أني ولو أية" Sampaikan walau hanya satu ayat.

Posted on Mei 21, 2011, in kebudayaan. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Blogwalking…

    Bagus…
    Keep blogging!😀

    http://0sprey.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: